Seorang yang imannya berkualitas selalu memegang komitmen bahwa rahmat Allah bukan monopoli atau milik seseorang, tetapi untuk seluruh alam semesta.Bahkan sebagian dari harta pemberian Allah yang Anda miliki adalah hak orang lain yang harus ditunaikan . Oleh karena itu tidak dibenarkan kalau orang hidup berlebih-lebihan, sehingga melampaui batas. Perbuatan menumpuk harta kekayaan, padahal bagian besar yang lain dalam kemiskinan dan
kelaparan adalah sangat tidak etis dan bertentangan dengan prinsip dasar al Islam rahmat untuk seluruh alam semesta , rahmatan lil ‘alamin.
Allah telah memperingatkan kepada manusia agar tidak hidup bermegah-megah, menjalani kehidupan dengan kemewahan sampai masuk kedalam kubur. Silahkan dicermati peringatan Allah itu. Wanti-wanti itu diulangi sampai tiga kali seperti fiman-Nya dalam QS., at Takatsur (3), (4) dan (5) : “ Jangan begitu !” Dan pada ayat terakhir (8), Allah menegaskan bahwa :
“ Kamu pasti diminta pertanggung jawaban atas kemewahan yang telah kamu nikmati itu”
Jangan dikira kalau kelak Anda bebas dari tanggung jawab, selanjutnya apabila
tanggung jawab itu tidak memenuhi ketentuan , buku catatan dan rekaman perbuatan itu diberikan dari sebelah kiri, niscaya Anda akan menerima sangsi yang berupa siksa neraka yang berat.
Dalam firman-Nya pada QS.an Nahl (117), Allah juga ditekankan bahwa kesukaan sedikit di dunia, untuk mereka siksa yang pedih, sangsinya sama dengan orang yang suka berdusta .
Allah juga mengingatkan kepada kita, agar tidak berlebih-lebihan dan melampaui batas, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Thaha (81) yang lafalnya sebagai berikut :
“Makanlah rejeki yang baik yang Kami berikan kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas, nanti kamu ditimpa kemarahan-Ku Barang siapa yang ditimpa kemarahan-Ku , niscaya jatuhlah ia kedalam neraka” (QS.Thaha 81).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar